Menapak kaki di provinsi termuda, Mamuju… :)

Dan, kali ini HPku berdering jam 11 malam hingga ku terbangun dari tidur. Tapi aku urung merasa terganggu karena dari seberang sana temanku menyebut kata Mamuju !! sebagai tujuan kerja kami kali ini🙂 Horeee… !! Bersorak rianglah hatiku menjelang tengah malam itu.  Esok Jumat tanggal 25 Maret aku akan pergi ke Mamuju, Provinsi Termuda Indonesia tanah airku. Ah senangnya… !! Terima kasih Tuhanku…

kota diantara pantai dan bukit… so sweet..

Transit Di Makassar

Perjalanan kami dari Jakarta – Mamuju jadi membutuhkan waktu hampir 3 jam karena kami harus transit di Makassar berganti pesawat kecil. Ahaii… !! ternyata pilot pesawat kecil yang mengantar penerbangan kami bukan orang Indonesia tapi dari Guatemala, and his name is Carlos :)  Ah, ibu-ibu ini selalu saja mencari-cari sesuatu yang membuat cerah ceria gembira meskipun itu bukan hal yang terlalu penting. Tapi untuk mengobrol sejenak dan ber foto ria, itu sudah menjadi momen-momen menyenangkan dalam perjalanan sebelum kerja di mulai…😉

sang pilot dari Guatemala🙂

Tok tok tok.. Mamuju, aku dataaanngg.. 🙂

Setali 3 uang dengan Bandara Tual, di Mamuju pun ruang itu kecil mungil dan seluruh bangunan bandara seperti rumah biasa saja layaknya. Tetapi konon, bangunan sebelah yang lebih indah, sudah dipersiapkan untuk bandara yang sesungguhnya🙂   Kalau di Tual jendela bagasi adalah jendela rumah yang sedikit di rubah sehingga bagasi bisa langsung di lempar kedalam ruangan, disini agak berbeda, bagasi ambil sendiri di kereta dorong.. hihi.. terasa lucu jadinya🙂 tapi tak apalah itulah uniknya perjalanan ke kota-kota kecil yang belum pernah kita singgahi sebelumnya. Banyak hal berbeda dan  selalu terasa indah bagiku.  

yo ayoo.. cari dan temukan sendiri kopormu disini !!

Langsung bekerja😦

Aha !.. akhirnya kaki ku menapak juga di tanah Mamuju.  Senangnyaaa… so excited !! Kami sudah di jemput, dan memang sudah waktunya makan siang.  Ku amat sangat menyesal di rumah makan yang sederhana ini menunda membeli buah khusus Mamuju (mungkin, karena aku belum pernah melihatnya di kota lain).  Besar berwarna putih semu hijau muda tampak seperti jambu air yang sangat besar tetapi tanpa ‘mahkota’ diatasnya, yah seperti jambu batu juga sih tetapi bentuknya agak lebih panjang. Yah, seperti apa ya isinya?… hmm..  tak kesampaian deh.

Hari ini juga kami sudah harus bekerja.  Tak sempat mampir hotel padahal pakaian yang kami kenakan sangat tidak layak kerja. Tapi apa boleh buat waktu sangat berharga karena yang punya kerjaan pasti sudah menghitung-hitung waktu yang paling pas buat semua pihak.. Ok deh..  Go Go Go !!  Mobil pun melaju ke gedung BKKBN Cabang Mamuju.

dan asesmen segera dimulai🙂

siap di ases..🙂

laut dan bukit dari jendela BKKBN

lama terlupakan, ajakan ber KB

Gedung baru, letak strategis diapit oleh gedung Gubernuran dan DPRD :)  semogalah ke depan berbagai program BKKBN Mamuju dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari para ‘tetangga sebelah’

semoga BKKBN rukun dengan tetangga, Kantor Gubernur😉

dan rukun juga dengan tetangga satu lagi, DPRD Mamuju behind d boss😉

Hotel di tepi pantai

Harap-harap cemas membayangkan dimanakah kami akan menginap? pikirku, ini adalah kota kecil yang baru mulai membangun. Aku tidak melihat hotel sepanjang perjalanan bandara – BKKBN, kalaupun ada masih dalam tahap finishing atau hotel-hotel kecil. Aku memang agak “cerewet” dalam soal ini. Bukan menginginkan hotel besar tetapi yang penting bagiku adalah kebersihan kamar dan kamar mandi, kecilpun tak mengapa asal terasa nyaman.

Ahaa..!! ternyata hotelku tepat di sisi pantai..!!  Alhamdulillah rupanya Tuhan masih memperhatikan harapanku :)  Tak sabar ingin segera beristirahat.  Meski aku begitu antusias dan semangat, tapi hari terasa cukup melelahkan dan hotel ini begitu ‘mengundang’ kami untuk segera masuk dan tidak ingin keluar meskipun untuk makan malam. Okey makan malam di kamar.. nyam nyam..🙂

Hotel baru di tepi pantai (bukan iklan🙂 )

pemandangan ketika sarapan pagi

stand between..

Kuliner, tentu saja wajib..

Yah masih ada pekerjaan tersisa yang harus diselesaikan sebelum kami berjalan-jalan mengelilingi kota kecil Mamuju. Kemanakah kami akan diajak kali ini? Ibu kepala ternyata sangat berbaik hati dan ia juga merasa ter-temani oleh kami berdua sehingga dalam perjalanan kami bisa bicara tentang berbagai hal secara mengalor dan mengidul🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s