Untukmu

kau biarkan emosimu menggelora
menjelma diri dalam busana bahasa
meski kau rangkaikan kata-kata sederhana
tapi dirimu telanjang disana

tingkah polah bahasa kesepianmu
mengundang riak menarik gelombang
engkau asik bergulung didalamnya
matamu tertutup bahasa cinta

saat ujung hatimu tak lagi bersisa
sadarmu kembali menahan perihnya luka
sangat dalam hingga kau berpura-pura
memilih kata Tuhan yang berkehendak

Tuhanmu selalu terencana
bukankah Dia selalu berkata
kendalikan dirimu hingga berbatas
tapi kau terlalu melampaui

emosi kau belai meninggalkan akal dan hati
ketika tak lagi terkendali
kau bertanya mengapa ini terjadi
dulu aku tak seperti ini

NN
30 April 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s