Sombong itu bunglon

Maksudnya?

Aku mendapat insight mungkin di saat yang  ‘salah’, yaitu ketika sedang mendengarkan dengan seksama ceramah seorang ustadz.  Menyimak cerita masa lalunya yang ia bandingkan dengan perjalanan hidupnya saat ini, bukan inspirasi yang ku tangkap tetapi justru sesuatu yang ‘aneh’ :)  Ia memang memberi wejangan-wejangan, tidak lupa pula  menyelipkan ayat-ayat Al-quran dan terjemahannya. Tapi,  ditelingaku,  ia sering seklai mengulang cerita masa lalunya.  Katanya,  dulu ia adalah seorang  penyanyi terkenal, yang ia akui sombong, takabur, dan lupa pada Tuhan..  Hidupnya begitu bebas.  Dalam pikirannya hanya ada bersenang-senang, ‘hangout’, berpesta hingga pagi hari, dan juga berganti-ganti perempuan. Mabuk-mabukan tidak perlu di tanya lagi, itu bagai sebuah keharusan.

Sekarang.. ia sudah berubah. Betapa berartinya Tuhan baginya, dan betapa ia sangat berusaha untuk  selalu berpedoman pada ayat-ayat Al-quran dalam menjalani hidupnya. Maka berhamburanlah kembali seri cerita perubahan hidupnya.  Lalu ada satu hal yang ia utarakan juga yaitu bahwa  dirinya tidak berpoligami. Hmm… kenapa “ujug-ujug” ia utarakan hal itu? secara paranoid aku menangkap ada kebanggaan terselip dibalik kalimatnya itu😉

Aku menantikan ia memulai ceramahnya. Terus terang, ini adalah kejadian yang langka. Di acara 100 hari almarhum kakakku, putra almh mengundang seorang ustadz yang sudah cukup kondang.  Tentu saja semua saudara berharap ada ‘suguhan’ istimewa.  Apalagi dia menampilkan dirinya dengan pakaian yang cukup mencolok dan berbeda, yaitu berjubah dan ber sorban hitam, sehingga ketika ia melangkah melewati kami.. jreng !!  sungguh terasa seperti sedang berlangsung suatu ‘upacara hidmat’ tertentu hehe…

Dan…  ahirnya, ia pun memulai (??) ceramahnya dengan  menyinggung ‘ayat-ayat poligami’  (lho?) Aku sempat agak terpana, dalam hati spontan aku berkata.. wo-ow.. why now? ini acara tahlil 100 hari you know !! rasanya topik itu kurang pas bukan?? Tetapi ia tampak antusias membahasnya.  Dan isi ‘obrolan’nya tidak berbeda dengan ustadz pada umumnya yang menyatakan bahwa poligami tidak dilarang. Tapi  ada sedikit yang berbeda dari pernyataannya, yaitu, dengan tekanan nada tinggi ia berkata bahwa para istri akan “dilaknat Allah” !! kalau tidak menyetujui niat suami berpoligami.  Astagfiruloohh…  itu membuat aku terhenyak. Benarkah demikian? Akh !!… rasanya sulit bagiku untuk bisa sependapat dengannya. Bagiku Allah tidak ‘sekejam’ itu. Hmm….

Tak ada yang berubah : sombong is sombong

Setelah ku simak-simak, ku timbang-timbang, ku perhatikan… Dari cara dia berdandan yang ‘mencolok’, dari cara dia menceritakan perubahan dirinya, dari cara dia menawarkan ceramah poligami di saat yang tidak tepat, dari cara dia menggunakan kata-kata keras untuk perempuan yang menentang poligami,  dan…  – dalam pandanganku – juga dari bahasa tubuhnya, maka… aku menyimpulkan, dia adalah orang yang masih sama dengan masa lalunya.  Dia tetap seorang yang sombong,  perbedaannya adalah, sekarang dia sudah membungkus rapi hasrat-hasrat dan keinginan duniawi dengan “kain kesalehan”.

Sombong adalah ketika diri merasa bangga dan selalu ingin bernilai lebih dari orang-orang lain pada umumnya.  Jadi apa bedanya dia dulu dan sekarang, selain dari gaya berpakaian dan obyek kebanggaannya?  Dulu dia berpakaian ala artis penyanyi kini dia berjubah dan bersorban, dulu dia bangga dengan ke-artisannya, sekarang dia bangga dengan ke-ustadzannya, tapi pada intinya pembicaraan nya tetap sama saja bukan? ‘membanggakan diri’ karena merasa lebih dari yang lain.

Akh ternyata sombong itu bunglon. Dia bisa menyelinap dan ‘merubah’ bentuknya menjadi apapun, bahkan menjadi orang yang saleh,  yang penting dimanapun dia berada dia merasa diri  ‘lebih baik’ dari yang lain.  Mungkin itu lah sebabnya Allah yang Maha suci tidak menyukai sifat riya..  karena riya hanyalah ungkapan kesombongan, bukan ketulusan dan keikhlasan perbuatan karena Allah.

NN
30 Maret 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s