Gosip nyelip – Menagih pajaknya Bang Ali (Sadikin)

Lah, ini lagi serius wawancara soal pekerjaannya di penerimaan pajak. Lagi serius-seriusnya nanya bagaimana cara dia berusaha agar target penerimaan pajaknya bisa terpenuhi. Tiba-tiba asesee (yang diwawancara) teringat akan pengalamannya menagih pajak ke Pak Ali Sadikin (alm) beberapa tahun lalu. Maka gosip pun so pasti nyelip deh di sela-sela wawancara…🙂

Dalam asesmen memang hampir selalu ada wawancara (disamping tes tertulis, diskusi kelompok dan presentasi). Ini bagian terpenting. Disini yang dibicarakan jelaslah seputar pekerjaan, dan bagaimana asesee mengelola diri, pekerjaan dan orang-orang/lingkungan diseputarnya.
Tapi bukan tidak mungkin obrolan bisa agak-agak ngalor ngidul kesana kemari😉 Dan, justru, di bagian-bagian inilah sering muncul cerita-cerita menarik. Kalau tidak dibatasi waktu, bukan tidak mungkin sebuah kaset rekaman atau memory card akan lebih banyak berisi cerita-cerita sampingan di luar skenario hee… Abis ceritanya bisa lebih seru sih😉

Begitu atasan 2 level diatasnya mengetahui bawa ibu A (Asesee) melayangkan tagihan pajak ke Bang Ali, marahlah sang atasan ini. Katanya, kenapa menagih pajak ke Pak Ali Sadikin? (lho kok marah? bingung kan?.. pasti dia produk manusia jadul, produknya jaman KKN baheula). Maka ia pun menegur bawahannya, dan bawahannya menegur bawahannya lagi, ibu A tadi. Tapi apa bisa dikata, wong surat sudah melayang ke atas meja si abang. Untung, atasan langsung A bersikap lebih lunak, jadi mereka berdua sama-sama pasrah.. sambil rada-rada bingung; lha memang apa kesalahan si A? Si abang juga warga negara Indonesia bukan? berarti harus taat pajak. Kalau semua bekas pejabat, dan pejabat yang kantongnya sudah tebal-tebal itu bebas pajak, mendingan gw dari dulu jadi pejabat aja deh…🙂

Si ibu A pun jadi gelisah. Harap-harap cemas menanti tanggapan si abang. Sampai ahirnya suatu hari telpon pun berdering.. ternyata dari sekretaris nya si abang. Dia bilang akan datang menjumpainya siang ini. Maka berjumpa lah mereka berdua dan berbicara. Apa kata sang sekretaris? Pak Ali Sadikin mengucapkan banyak terima kasih telah diberitahu dan diingatkan soal pajak. Beliau mau membayar semuanya, dan minta tolong untuk di hitung juga semua pajak anak-anak dan cucu nya.. horreee..!! ternyata bang Ali tergolong pejabat yang aneh.. hehe..

Maka, esok nya setelah semua di hitung.. Bang Ali pun membayar semua kewajiban pajaknya. Bahkan, ia masih sempat menitipkan amplop berisi uang sebagai ucapan terima kasih karena sudah di ingatkan. Lho ??? teteuuupp ngamplop😉

Dan, si ibu A pun menjadi sangat terkesan sampai tidak dapat melupakan kejadian ini. Ia begitu kagum kepada bang Ali. Lha siapa yang engga? di tengah suasana orang-orang berusaha menghindari pajak, ditagih aja susah, si abang malah semangat dan begitu berterima kasihnya sudah diingatkan. Bang Ali gitu lohh..

Pikiranku sejenak melayang, mudah2an kesadaran dan keikhlasan orang-orang taat pajak macam bang Ali ini ditanggapi secara baik dan benar oleh negara. Mudah-mudahan uang-uang itu benar-benar di manfaatkan untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Walaupun…. gw juga belum bayar pajak nih kayaknya.. hehe..

Yuk lanjut wawancara lagi.. tarik maannggg…

NN
31 Oktober 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s