Alhamdulillah.. Assallamualaikum.. Astaghfirullah..

Di suatu malam minggu, di acara  17an anaknya teman. . . Bukan cuma anak-anak yang hadir.   Kami, para orangtuanya,  sudah cukup lama  berkegiatan bersama…  maka malam itu berkumpul jugalah kami  disamping anak-anak yang bergembira ria merayakan hari kedewasaannya.

Disitu aku terlibat omong-omongan seru soal agama, tepatnya,  tentang agama Kristen.  Wajar, karena aku dikelilingi ibu-ibu dan bapak-bapak  Nasrani.  Walaupun demikian rupanya mereka nyadar juga kalau ada aku yang beragama Islam nyelip sendirian :)  Jadi wajar juga kalau obrolan pun pada akhirnya bergeser dan menyinggung masalah perkataan : Alhamdulillah.. Assallamualaikum..  Astaghfirullah…

Aku ga ngerti.. apa karena kasihan terhadapku, yang nyelip sendiri, atau karena tampang ku berekspresi minta dikasihani, atau mungkin karena aku kelewat wibawa..?? ;)  maka mereka pun menyatakan pendapat yang seragam, yaitu bahwa kata-kata Islami tersebut diatas tidak masalah buat mereka ucapkan.

Lalu dibahaslah kata-kata itu satu demi satu, katanya artinya kan bagus Alhamdulillah artinya kan sama aja dengan puji Tuhan, Assalamualaikum artinya sama dengan salam sejahtera, dan Astaghfirulah kan artinya mohon ampun.  Jadi  katanya, ga ada salahnya juga tokh kalau mereka ikut-ikutan mengucapkan kata-kata itu. Ehm ehm.. ternyata pada ngerti juga artinya..  :)  aku pun senyum-senyum sambil terus mendengarkan.

Ahirnya seorang ibu menyimpulkan, katanya : “semua agama itu sama, tujuannya baik. Menurut saya, nanti di ahirat sana semua akan di ‘adili’ menurut keyakinannya masing-masing”. Lalu yang lain pun mengangguk-angguk tanda setuju dan meng-amini.

Dalam hati aku bersyukur..  enak juga nih kalau dunia dipenuhi oleh tenggang rasa dan toleransi seperti ini. Rasanya nikmat banget duduk ditengah-tengah mereka sambil ngopi dan makan spahgetti plus kentang goreng hehe.. Satu lawan banyak bo! Kalau terjadi sara, kan bodiku duluan yang bakalan berubah jadi daging cincang🙂

Lagi asik-asiknya menikmati kedamaian malam itu, tiba-tiba ibu tadi yang memang dikenal cukup religius dan rajin khotbah bicara lagi : “bedanya agama Islam dan Kristen adalah kalau di Islam dikatakan kalau berbuat baik maka kita akan mendapat pahala, dan pahala itu seperti tabungan/jaminan untuk hidup di ahirat nanti. Sedangkan di Kristen penekanan lebih pada Iman. Dasar dari berbuat baik adalah iman. Kalau kita sudah beriman maka sudah pasti kita akan berbuat baik. Jadi yang penting adalah ber Iman”.

Weleeehh aku pikir-pikir… lha mang iya di Islam juga sama kan? Dan, sebetulnya aku rada-rada panas nih dengar omong-omongan si ibu..🙂 Perasaan Islam tidak cuma segitu deh tujuannya. Tapi aku pikir-pikir kalau ybs punya pemahaman seperti itu sebetulnya ya engga salah juga.. bukankah kata-kata tersebut memang  sering sekali di dengung-dengungkan oleh kita sendiri, baik di lingkungan rumah, keluarga, tetangga bahkan di dalam khotbah-khotbah. Betul?

Dan aku juga sering berpikir tentang pahala. (baca juga artikel berjudul Inikah Pahala).   Kalau mendapat penekanan berlebihan untuk mengejarnya, maka seolah terjadi suatu “pendangkalan” terhadap Iman atau nurani manusia. Seolah-olah kita, sebagai manusia,  ahirnya mau berbuat baik atau beribadah  ‘hanya’ karena ingin mendapat pahala. Kok jadi terdengar pamrih??  tidak lagi terhayati perasaan tulus rela ikhlas didalamnya. Perbuatan-perbuatan mulia itu menjadi terdengar tidak mulia lagi karena ada ‘pamrih’ didalamnya. Haduh.. apa sih arti dari pahala itu sebenarnya? Kok jadi terkesan seperti sebuah “reward” yang  bernilai materialistik, apalagi bila  selalu dikaitkan dengan kata ‘tiket masuk surga’.  Seolah tidak ada lagi  penghayatan yang lebih dalam untuk  sebuah proses amal ibadah.

Ahirnya, aku berusaha juga untuk meluruskan pendapat sang ibu itu walaupun bicaraku tentang agama amat sangat  kurang fasih, dan disertai pula oleh perasaan binun… lhaa wong saya mah santri bukan ustadzah bukan..  Tapi, ternyata setelah aku bicara mereka manggunt-manggut… ??? tapi, entah la yaa apa artinya.. Manggut bingung,  kasian,  atau  ngantuk…?? mengingat malam juga sudah semakin larut.

Dan ahirnya aku cuma berpikir….  Yah ini mungkin semacam ‘sentilan’ buat kita yang mengaku beragama Islam untuk  bisa menggali lebih dalam serta menghayati apa arti dan tujuan dari berbuat baik. Apakah hanya “sekedar” untuk mendapat pahala di akhirat? atau untuk membersihkan dan mensucikan jiwa dan roh kita, meningkatkan derajat dan martabat kita sebagai manusia….  (baca juga tulisan berjudul : Inikah Pahala?)

NN

4 thoughts on “Alhamdulillah.. Assallamualaikum.. Astaghfirullah..

  1. Aw..

    Sepertinya…dalam kristen dengan mengatakan aku meng “imani” otomatis sudah bisa berbuat baik….tanpa ada pengamalan dan pembuktian lahiriah sudah cukup…

    Reply
  2. Dhimas Pinilih

    could not agree more Bu,🙂

    kayaknya kita ada di pemikiran yang sama Bu,
    tapi yang lucunya soal assalmualaikum astagfirullah, dan alhamdulillah, sekarang justru kebalikan ya Bu, sekarang banyak teman-teman muslim yang malah ngerasa ga enak menggunakan Assalamualaikum contohnya, padahal assalamualaikum itu kan artinya jauh lebih baik ketimbang selamat pagi, salam sejahtera, dst. Btw assalamualaikum itu sendiri (sekedar info), digunakan di jazirah arab sana oleh semua orang, ya kristen, maupun yahudi. Jadi ya anggal aja kita di sini juga ngegunain assalamualaikum spt kata serapan dari bahasa arab saja, tanpa ada maksud ngehubungin dengan agama, ya kecuali kalo ngomongnya assalamualaikum wr.wb itu baru bawa2 agama, hihihi.

    nah kalo soal reward, bener jg si, emang bgitu yg dikoar-koarkan, tapi ya smuanya balik lagi aja ke pribadi masing2 Bu. Yang paling oke ya yg berbuat baik karena dua2nya, hehe, ya karena emang kita ingin berbuat baik, dan karena kita ingin mendapat keridhoanNya dalam bentuk pahala, dan surga.

    anyway, tulisan ibu menarik, kalo saya repost di tempat lain boleh bu? di fb atau blog sy mungkin, hehe😀, thx ya bu.

    Reply
  3. Ratna Isnasari Post author

    Dhimas, jangankan org lain, dulu jamannya sy masih muda dan sok gaul sok modern hehe.. sy juga males utk mengucap salam dengan assalamualaikum. Kynya gimana gitu rada2 kampungan. Tp sekarang sy sudah insaf..🙂

    Lingkungan sangat besar pengaruhnya sama seseorang utk menjadi terbiasa dengan banyak hal, termasuk dalam cara mengucap salam. Yah mudah2an kalau smakin meluas ke mana2 maka smua org akan terbiasa dengan ucapan itu. Setuju?

    Kalau mau repost tulisan saya, silahkan.. dengan senang hati.
    Semoga bermanfaat.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s