PABRIK AWAN

Anakku sering ‘meributkan’ awan; memanggil-manggil aku atau orang-orang disekitarnya saat awan berbentuk ’aneh’; mirip binatang, profil wajah manusia, ataupun lukisan ’aneh’ sekaligus indah karena terbias cahaya matahari sore hari.

_mg_7767

perjalanan kembali ke Tual dari P. Burung, bersyukur aku bisa memotretnya

Tapi sebetulnya bukan cuma dia yang berisik, dulu akupun bertingkah sama, juga kakakku, juga orang-orang disekitarku. Hmm.. aku kira semua orang pernah memperhatikan awan, di saat-saat tertentu.

Sekarang tidak sulit mengamati awan-awan itu dari dekat, bahkan sangat dekat (dulu juga engga sulit sih, cuma gw nggak pernah naik pesawat hehe.. ). Dari balik jendela pesawat kita begitu leluasa ’menembus’ dan memandangi awan-awan itu… wouw.. Sangat bersyukur kali ini bahkan aku bisa memotretnya dari dekat.

Dengan senang hati aku akan duduk di pinggir jendela saat orang lain mempersilahkannya. Dan, sebagian besar waktu “terbang”ku pasti habis untuk melihat ke luar jendela. Melihat awan… Pegel? ya iya lah jelas.. tapi tak mengapa, demi pemandangan yang hanya sekali-kali dapat ku amati.

Apa yang menarik dari awan-awan itu? Pertama dia berlapis-lapis (pas pesawat naik pas ada, pas naik lagi pas ada lagi, begitu seterusnya, pokoknya “aya-aya wae” lah), kedua, bentuknya bisa berbeda-beda. Bia bergulung-gulung, mulai dari gulungan kecil bak kapas pembersih muka.. (contoh, khas emak2 hehe..😉 )

_mg_7610ed

bagai gumpalan kapas (saat menuju kota Makasar/Ambon)

sampai ke gulungan yang menggumpal ’padat’, bahkan gelap; hmm.. yang ini nih kayaknya yang paling menyeramkan untuk dilewati..

_mg_7855ed1

seperti raksasa hitam yang siap menerjang (Ambon-Makasar)

Bukan cuma bergulung seperti bulatan, dia kadang juga memanjang, dan/atau melebar..

img_5408edit

berlapis-lapis.. (Medan - Jakarta)

_mg_7586ed1

diatas awan, masih ada awan.. (blum jauh dr Jakarta, menuju Makasar)

Lalu, ’koreografi’ nya itu lho.. perubahan, perpindahan, penggabungan… ck ck ck.. luar biasa.. Belum lagi kalau langit biru melatari semuanya (asli biru lho), atau saat cahaya matahari berhasil menembusnya, seolah bias terangnya berhasil membelah awan. Wuaahh.. gile dah pokok nya.. sulit dilukiskan dengan kata-kata.. (padahal daritadi ngapain? Bukannya ngata-ngatain? Haha..)

seolah melindungi pulau-pulau kecil sekitar Maluku

menari-nari menyebrangi pulau-pulau kecil sekitar Maluku

_mg_7575ed

seperti dataran salju di kutub? (dalam perjalanan Jakarta - Makasar - Ambon)

img_54311

matahari sore membelah awan (saat mendekati Jakarta, dari Medan)

Aku tak pernah bosan memperhatikan semua itu. Bahkan saat pesawat mulai menukik kembali turun ‘level’, seolah tak mau kalah dengan level diatasnya, awan-awan kecil itu pun tetap mulai mempertontonkan gerakannya perlahan, dan di sela-selanya aku kembali melihat keindahan; hamparan daratan, lautan dan kehidupan…

img_5434

bagai sedang mengawasi kapal2 di laut (Medan - Jakarta)

Sebetulnya darimana kah awan-awan itu berasal? Kok seperti ga ada habisnya? Pertanyaan bodoh mungkin, karena dulu disekolah kayaknya ada tuh pelajaran tentang awan. Hmm.. tetap aku pertanyakan karena ada yang menarik.

Dan… saat pesawat mulai akan mendarat, sepertinya aku menemukan jawaban darimana awan-awan itu berasal.. Ternyata ada pabriknya euy.. dipinggir pantai, ga jauh jauh, di Jakarta juga.. hehe…

img_5439

"pabrik awan" itu ada di dekat bandara Soekarno Hatta...🙂

Subhanallaaah…
Allah Maha Pencipta…

NN

3 thoughts on “PABRIK AWAN

  1. yellowtofu

    Ha ha bagus2 photo awannya😀 jadi ingat dulu kalau jalan2 naik mobil duduk di belakang ngelihatin awan atau pas naik pesawat yang ada hanya awan tebal dan langit biru… hmm asalkan bukan awan hujan asam aja ha ha.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s