Koreografi, mengapa penting? – Karantina Finalis Miss Indo. 2008

p1000229resized1

Latihan sambil ngaca, siapa yang gak suka?

Latihan koreografi!! Waktunya  3-4 jam sehari dan berlangsung selama kira-kira 1 minggu (mudah-mudahan aku tidak salah menghitung hari :)  ). Gile banyak banget ya? Kok sebanyak dan sesering itu? Terlintas pertanyaan di pikiranku, memang apa sih hubungannya koreografi dengan gelar miss? kenapa “sampai segitunya” harus menjalani latihan? sampai aku merasa kabur sendiri antara pemilihan seorang Miss, dengan pemilihan seorang model atau peragawati?   Aneh..  menurutku saat itu. Apalagi kalau ditambah urusan hair do dan touch up yang seolah gak ada habisnya. Bingung…

p1000316

Berat tapi 'everybody looks happy'

Tapi, meski sudah terbayang lelahnya, kelihatannya justru ini lah saat yang  sangat di nanti-nantikan para finalis, latihan koreografi. Mungkin karena seolah mimpi sudah semakin mirip kenyataan. Saat itu mereka akan di ajar bagaimana cara berjalan bak peragawati,  sekaligus mulai dilatih koreografi untuk acara puncak : Malam Penobatan Miss Indonesia;  saat yang di nanti-nantikan,  ujung atau goal dari berbagai kegiatan Karantina selama ini.  Padahalll…  selama 1 minggu latihan berlanggak lenggok itu mereka wajib bersepatu hak setinggi 9-12 cm.. Alamaakkk…

Setelah berpikir, mengamati dan mendapat jawaban dari  yang ‘berwajib’ 😉 aku mulai bisa memisahkan 2  tujuan berbeda  tapi tak terpisahkan dari ajang miss Indonesia (mungkin sama juga dengan ajang miss-miss lainnya). Yang pertama adalah MEMILIH seseorang yang dinilai pantas untuk menjadi seorang Miss, (sesuai kriteria) yang kedua berusaha menampilkan/mengemas ACARA pemilihan Miss Indonesia yang ‘harus bisa’ menarik  perhatian penonton tv sehingga mampu mendapat rating tinggi sehingga menarik minat  sponsor.

p1000465

Akhirnya, bisa cape juga?

Jadi sejak awal (audisi) tidak bisa hanya melulu memikirkan kelayakan seseorang untuk menjadi finalis  terpilih,  tetapi  juga harus memikirkan bahwa secara keseluruhan kemasan acara Pemilihan Miss Indonesia 2008 menarik untuk ditonton.  Nah lho.. ternyata tidak se lurus yang aku pikir bukan?  Bukan hanya melandaskan diri pada visi, misi dan  slogan  miss (manners, impression, social dan smart), tapi  kriteria ‘enak dipandang’ lewat kamera tidak bisa di lewatkan begitu saja.  Untuk yang satu ini, konon para kamerawan lah ahlinya. Bisa jadi menurut orang awam wajahnya biasa saja, tapi kameramen dapat menangkap sisi-sisi lain dari wajah seseorang yang kelak bakalan terlihat menarik bila di ‘shoot’. (camera face?? photogenic?? mungkin gitu deh maksudnya).  Sebaliknya bagi awam terlihat cantik, belum tentu bagi ‘kamera’.  Intinya penilaian haruslah merupakan perpaduan antara kelayakan sebagai Miss dan  ‘enak dipandang’.  Susah juga ya rek?

p1000471resized

Acara yang di nanti-nanti, makaaannn....

Setelah para finalis harus ‘enak dipandang’, hal lainnya lagi yang tidak bisa luput tentu saja ‘kemasan’ acara.  Acara hiburan dan apa yang dilakukan finalis tentu harus di rancang sedemikian supaya menarik (teteuupp). Jadi ya ngga susah susah gampang lah.. tapi susah susah susah.. hehe..  Kalau hiburan bisa diserahkan kepada ‘ahli’ nya, seperti para penyanyi kondang,  para pelucu (tukang ngebanyol di panggung), maka buat para finalis hal itu adalah koreografi, disamping pertanyaan-pertanyaan penguji.

Jadi.. jelas lah koreografi penting. Tapi kenapa sepatu harus ber hak antara 9-12 cm? kan setengah mati tuh pegelnya? Konon katanya karena sangat berpengaruh pada posisi badan saat berdiri sehingga enak dipandang mata. Pegel mah terserah deh..

Yang membuat aku heran dan ter ngilu-ngilu saat melihat latihan adalah, dengan sepatu setinggi itu mereka harus bolak balik keliling keliling selama 3-4 jam itu lho..  Tapi,  ternyata ‘unbelievable’, walau lelah mereka tetap antusias dan semangat saat menjalaninya. Bahkan menurut mereka ini adalah acara yang paling menarik minat dibanding dengan acara lain selama Karantina. Halaahhh…  memang  dasar remaja dan dunianya. Bener kan latihan koreografi memang sangat  mereka nanti-nantikan? Meskipun, katanya, yang ngajar dikenal galak lho..😉

Ceria dan semangat, kalau mau latihan :)

Ceria dan semangat, kalau mau latihan🙂

Iringan lagu Dealovanya – Once,  Aku tak mau sendirinya – BCL,  Terima kasih cintanya – Afgan, Menjaga hatinya – Yovi & Nuno, dan beberapa lagu lainnya akan mengiringi langkah peragawati mereka dalam koreografi. Hmm… karena saat itu hampir setiap hari nonton yang latihan, maka  lagu-lagu itu jadi terasa enak di kuping dan selalu mengingatkan ke masa-masa karantina ini🙂.

NN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s