“Go Green”, Usaha untuk Berani Tampil Beda dan Berpikir ‘Ribet’

“Go Green”, mungkin belum banyak orang yang paham tentang istilah ini; tentang pentingnya penghijauan, tentang lestari alam, tentang akibat plastik yang makin bejibun terhadap lestari alam, atau…  mungkin sudah banyak juga yang paham karena memang tidak terlalu sulit untuk memahaminya, bahkan anak-anakpun bisa dengan mudah mengerti maksudnya. Tapi kenapa susah sekali merubah? Hnnaahh.. Itu dia, usaha lestari lingkungan, atau salah satu contoh sederhana dan konkrit adalah usaha menolak plastik ternyata tidak semudah membalik telapak tangan.  Mengapa? karena hal itu berarti merubah sebuah kebiasaan yang sudah mulai di ‘turun temurun’ kan ke anak cucu. Kebiasaan yang sudah mapan. Bukan cuma pengetahuan dan pemahaman, tetapi perlu kesadaran dan keberanian untuk berperilaku rada-rada nyeleneh dari yang biasanya.

Berani Tampil Beda

Suatu hari di supermarket. Saat menunggu kasir menghitung barang belanjaan pandangan mataku tertumpu pada seorang perempuan yang sedang berada di kasir  sebrang sana. Ada yang ‘aneh’ dan berbeda dari perempuan ini. Dia menolak kantong-kantong plastik untuk menaruh belanjaannya, lalu mengeluarkan sebuah kantong kain dan memasukkan barang-barangnya disitu. Pikiranku langsung menebak, pasti dia pendukung usaha pencegahan ‘global warming’.  Saat melewatiku terbaca tulisan di kantong kainnya ,”GO GREEN”. Bener kaann tebakanku..🙂 Pasti dia orang yang peduli lestari lingkungan, dan bukan saja paham akan ancaman ‘Global Warming’ terhadap kelangsungan hidup bumi dan manusia, tapi dia bersedia  dan tergerak untuk melakukan tindakan nyata meski harus melawan arus.  Bukan cuma aku dan anakku, ada beberapa orang lain yang memandangi kepergian “kantong kain”nya, karena memang itu yang menarik perhatian🙂

Sebuah usaha yang patut dipuji dan diikuti. Ini baru namanya berani tampil beda. Berbeda memang perlu keberanian. Syukur-syukur kalau menghasilkan pujian dan dijadikan ‘trendsetter’,  sementara umumnya ‘berbeda’ bukan cuma berarti siap untuk menjadi pusat perhatian,  tetapi juga  siap menerima resiko cibiran, cemoohan bahkan kritikan.

Plastik dimana-mana

Beratnya sebuah usaha “Go Green” ternyata bukan cuma masalah berani tampil beda. Yang lebih beratnya lagi ini adalah sebuah usaha untuk merubah sebuah kebiasaan dan dorongan alamiah manusia, yaitu ntuk berpikir dan menemukan cara-cara yang dinilai lebih praktis dan efisien. Contohnya usaha ‘go green’ perempuan itu lewat ‘penghilangan’ kebiasaan menggunakan bahan plastik.

Penggunaan kantong plastik adalah cara-cara yang praktis. Kapanpun dimanapun kita bisa langsung  menenteng barang apapun dengan mudah. Bahkan beberapa barang sekaligus. Tidak cukup satu kantong,  butuh lebih pun mudah di peroleh, dia bisa tersedia dimana-mana karena untuk menyetoknya tidak membutuhkan ruang besar. Praktis, efisien, pas banget dengan kebutuhan manusia.

Contoh penggunaan plastik lainnya.  Kemasan air mineral (dan yang mengaku mineral..hehe). Sekarang ga usah deh takut kehausan di jalan seperti dulu. Haus? tinggal nyari warung trus beli deh minuman merk apa kek.. di jamin hampir  smuahnyah dalam kemasan plastik. Habis? tinggal buang, buang dan buang..  Ada acara kumpul? ga usah ribet mikirin gelas, tinggal beli 1 dos? 2? atau 10? tinggal beliii… enak kan? lalu sampah gelas-gelas/botol-botol  plastik itu?  buang buang buang !!.. gampang kan? (kita gak bicara soal  sisa air di dalam gelas  yang terus dibuang lho..).

Tapi siapa nyana kalau  ternyata akibatnya bisa menghancurkan bumi tempat kita berdiam dan bersenang-senang😉

Kalau manusia memang benar-benar pintar dan berakal seharusnya sudah lama di nyana juga akibatnya. Bahkan Titiiek Puspa  dari jaman baheula sudah bisa menebak lewat lagu gang kelincinya bahwa manusia akan bertambah banyak dan kelinci terdesak🙂 masa sang pencipta plastik dan sang pemikir lainnya tidak paham bahwa makin banyak manusia berarti akan semakin banyak penggunaan plastik, dan bahwa plastik yang terbuat dari bahan dasar kimiawi tidak bisa hancur berbaur secara ramah dengan alam, dan kemudian akan mulai mengganggu keseimbangan alam, dan pada saat alam benar-benar rusak maka manusia pula lah yang akan menanggung akibatnya.

Berpikir ‘Ribet’

Kembali lagi yang praktis yang efisien, itulah yang senantiasa dibutuhkan dan dipikirkan manusia. Masalah akibat adalah urusan nanti, yang penting adalah saat ini. Esok adalah sesuatu yang belum saatnya dipikirkan karena masih terasa jauh di awang-awang. Maka plastik pun akhirnya seperti menjiwa didalam hampir setiap tubuh manusia. Tiada hari tanpa plastik, dan sampahnya pun tidak terhindarkan semakin hari semakin menumpuk tak terkendali. Tapi semua  (seolah) sudah terlanjur, seperti sebuah mesin otomatis yang sulit dihentikan di tengah-tengah secara tiba-tiba, apalagi menghentikannya akan berarti ‘kerja lebih keras’, berpikir rumit dan berbuat ribet. Siapa yang rela?   kecuali mereka yang kesadarannya mendalam akan pentingnya memelihara alam demi kelangsungan hidup makhluk-makhluk didalamnya.

Gimana ga jadi berbelit-belit alias ribet,  mulai sekarang kita harus membawa kantong sendiri untuk belanja bahkan mungkin beberapa kantong yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan. Air minum harus kembali ke jaman ‘purba’🙂 bawa bekal dari rumah di botol minum. Kalau ada kumpul sedia gelas lagi deh.. Ribet banget kan ya? Trus kita harus menghadapi tantangan menjadi perhatian ‘manusia sekitar’  karena mulai terlihat aneh dan berbeda.   Untuk urusan sampah misalnya, kita harus mengelompokkan sampah-sampah kita kedalam kelompok organik (sampah yang bisa berbaur/bersatu dengan tanah), plastik, dan kertas (agar tetap bersih dan mudah di ambil pemulung untuk di daur ulang),

Huh, ternyata yang seragam dan praktis itu tidak selalu baik malah bisa sangat menyesatkan tapi yang baik dan  menyelamatkan ternyata ribet, dan tidak sesuai dengan keinginan dan dorongan dasar manusia.  Jadi mau pilih yang mana ayoo ??  cuma pertanyaannya adalah masih cukupkah waktu kita untuk memilih?

Ayo semangat !! Berani tampil beda, dan  gak usah takut ribet !!

NN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s