“Out door” (1) – Karantina Finalis Miss Indo. 2008

“Shooting” dan pemotretan

ditengah hutan di RCTI ;)

'once upon a time" di hutan di RCTI😉

Akhirnya keluar ‘kandang’ juga, senangnya kita. Ada beberapa kegiatan diluar hotel yang tidak dapat aku urutkan karena cukup beragam dan sudah berlalu beberapa lama. Tetapi menurut kebiasaan, yang berkesan, pasti yang paling diingat. Maka begitu mengingat soal ’out door’, yang pertama terlintas dalam pikiran adalah acara pemotretan dan shooting di RCTI, padahal bukan aku yang di foto, apalagi di “shoot”🙂

Kenapa berkesan? Ya iya laahh… itu kan pengalaman baru yang belum pernah aku alami sebelumnya, apalagi melihat ’jungle’ buatan yang telah dipersiapkan khusus untuk pemotretan. Di halaman RCTI, di dalam sebuah tenda tinggi dan besar ’tumbuh’ berbagai pepohonan dan rumput hijau lengkap dengan hawa sejuknya AC. Mungkin lebih tepat kalau dibilang berkesan karena masih norak kali🙂 Maka aku pun tidak bosan-bosannya melihat bagaimana para finalis itu di dandani dan di arahkan gaya-nya, lalu di “shoot” atau di foto. Dan aku rada-rada bandel untuk bisa ikutan motret, atau kalau ga kebagian tempat, ya nitip kamera sama juru foto yang keliatannya sudah mulai bosan di titipi terus-terusan hehe… Hasil dari pemotretan ini digunakan untuk iklan-iklan acara Miss Indonesia di stasiun tv RCTI, koran dan majalah-majalah menjelang acara puncak penobatan.

Bukan cuma ’the jungle’ yang mengesankan. Ada satu lagi, itu lho.. dandanan rambut para finalis dengan sanggul ala donat dan pakaian mewah bermanik dengan sentuhan tradisional. Katanya sih rancangan nya Musa, begitu yang aku dengar.

)

Antri di hutan ber AC🙂

Alamaaakk tinggi sekali.. ga cukup satu donat,  ada lho yang dipasangin sampai 3, bahkan 4 donat. Ga kebayang  kan beratnya? Belum lagi pakaian malamnya itu, katanya berat banget karena selain bahannya berlapis, di tempeli manik2 yang berat pula. Dan yang lebih parahnya lagi, mereka yang kebagian baju itu ga boleh duduk selama menunggu giliran  bergaya karena takut manik2nya nyangkut di kursi dan merusak pakaian yang berharga juta-juta bahkan melewati angka 10.

Eh, masih ada lagi yang bikin acara ini tak terlupakan.   Rombongan karantina  berangkat dari hotel sejak sekitar jam 6

(

sudah berat, ribet, gak boleh duduk pula😦

pagi, bisa di bayangkan “nggrasa-nggrusu” nya seperti apa, dan para finalis itu sudah harus bersiap-siap mulai jam berapa, nikmat deh pokoknya😉 . Itu baru ngitung jam berangkat. Jam pulang? Tiba di hotel kembali pukul 1.30 lewat tengah malam, dan waktu yang hampir 24 jam itu habis untuk menunggu dan menunggu giliran berdandan, giliran berfoto dan ‘shooting’. Mmhh.. susahnya mau jadi Miss Indonesia, untung aku ga ikutan daftar sebagai peserta..🙂

Ngobrol dengan Sandra, sang Miss Indonesia 2008

Jelas saat itu dia belum jadi Miss. Sambil menunggu gilirannya  berfoto ria, aku ngobrol dengannya sementara sebagian finalis lainnya tertidur, makan, atau ngerumpi. Dan semuanya berlangsung di bis yang dijadikan tempat istirahat dll. untuk para finalis di depan tenda ‘the jungle’ tadi untuk memudahkan pemanggilan. Dia bercerita soal ‘script’ yang harus diucapkannya saat di‘shoot’ dan kalimat yang harus di ucapkannya adalah tentang ibu. Kalimatnya kurang lebih seperti ini : “aku beruntung bahwa surga berada di telapak kaki ibu, karena dengan demikian ibu telah membawa surga itu ke dunia sehingga saat kita menyayangi dan berbakti pada ibu, kita merasakan surga itu di dunia”. Hmm.. mudah2an bener tuh intinya kaya gitu. Maklum aku ga nyatet cuma dengerin aja🙂

Tentang Sandra jelas aku punya kesan. Yang aku ingat adalah saat acara perkenalan diri dia mengatakan begitu bangga dan gembira bisa sekolah di Australia. Lalu aku pun langsung deh ngobrol deh sama si bunda disebelahku. “Ya iya laah bangga siapa sih yang engga?” hehe.. agak sinis memang apalagi cerita sekolah di Aussie itu sering di utarakannya di berbagai kesempatan lainnya, baik dalam bahasa Indonesia maupun in English, karena English nya memang lancar banget.

Sebetulnya orangnya sangat ramah, senyum tidak pernah lepas dari bibirnya, mau bercerita dan bertanya tentang apa yang sebaiknya dilakukan dan ia khusus bertanya apakah kalimat yang harus diucapkannya di depan kamera itu sudah bagus. Maka aku pikir adalah waktu yang tepat untuk aku memberi masukan-masukan tentang cerita Australianya. Karena salah-salah orang malah menangkap bahwa dia sombong dengan pengalaman sekolah luar negerinya itu.

Aku bertanya, sebetulnya apa yang spesial saat dia disana sampai-sampai cerita sekolah itu sering diulanginya di setiap kesempatan. Ternyata dia punya kisah pribadi yang menarik dan jelas berkesan buatnya. Sayangnya justru cerita itu tidak pernah dimunculkannya. Keluarga mereka pergi kesana saat terjadi kerusuhan di Indonesia. Sang nenek akhirnya menyuruh ia tinggal dan bersekolah disana, dan yang membuatnya heran ternyata dengan mudah ia diterima di sekolah (tingkat SMP) dimana ia didaftarkan. Maka tinggallah ia di asrama sementara ortu kembali ke tanah air.

Ternyata hidup seorang diri di asrama di negri orang tidak selancar yang dibayangkan, apalagi teman sekamarnya sangat diskriminatif dan egois (dan bukan satu-satunya  yang diskriminatif).  Sampai-sampai ia harus makan mie di luar kamar karena ’diusir’ dengan alasan makanannya berbau tidak enak. Bukan cuma soal makanan yang dipermasalahkan tetapi banyak hal lainnya dan dia harus melewati semuanya seorang diri di usianya yang masih sangat muda dan bahasa pun masih menjadi kendala. Tetapi ia harus terus bertahan sampai akhirnya ia merasa bangga karena berhasil melewati semua itu.

Maka spontan aku bicara : ”Kenapa bukan cerita itu yang diutarakan di setiap kesempatan karena itu cerita bagus”. Yah.. tapi maklum juga sih umurnya masih muda, dan hal itu menunjukkan kepolosannya dalam bercerita tentang dirinya. Yang jelas pada akhirnya dia lah yang terpilih juri untuk dinobatkan menjadi Miss Indonesia 2008, yang bulan September ini akan melaju ke dunia internasional, ke ajang Miss World di Uzbekistan (yang ternyata berubah jadi bertempat di Afrika Selatan, Johannesburg).

(masih ada kegiatan “outdoor” lainnya lho..)

NN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s