Sekolah Master Gratis (1)

Anda tidak punya uang tapi ingin tetap (melanjutkan) sekolah? Pergilah ke terminal Depok, masuk kedalamnya lalu masuk ke jalanan kecil, maka anda akan melihat sebuah mesjid kecil. Nah.. tidak lama lagi anda akan tiba di bangunan kayu 2 lantai dengan aula terbuka di lantai 1,disitulah (mungkin) anda akan diterima sang pemilik sekolah.

Sekolah Masjid Terminal, itu kepanjangannya. Kalau yang anda cari adalah sekolah gratis untuk mengambil gelar master maka anda telah tersesat🙂

Bangunan hadiah alumni SMAN 14

Bangunan hadiah alumni SMAN 14

Ini adalah sekolah gratis yang awalnya didirikan untuk ’menyekolahkan’ orang-orang terminal Depok. Siapakah orang-orang terminal itu? Ya macem-macem, ada pedagang kaki lima; yang mangkal ataupun yang lalu lalang, ada kernet angkot, bisa jadi juga sopir angkot, atau mungkin anak-anak mereka, bahkan juga terbuka lebar untuk para preman yang berkeliaran di terminal itu. Yah pokoknya orang-orang seputaran terminal deh.

Itu niat awalnya, sekarang setelah beberapa tahun berdiri, ’radius’ sekolah itu sudah semakin melebar sampai ke pasar minggu, jadi bukan melulu orang-orang terminal, asalkan miskin dan mau jadi orang saleh siapapun boleh bersekolah disana.

’Gedung’ sekolah juga sudah bertambah. Kalau dulu cuma menumpang di mesjid, sekarang juga masih 🙂, tapi sudah ada tambahan beberapa kelas. Jangan membayangkan ruang kelas seperti di sekolah normal, disini semua kelas ’full ASE’ alias penuh dengan angin sepoi-sepoi, dan serbatransparan, maksudnya terbuka banget, orang lewat bisa ikut liat (proses ajar mengajar) dan sebaliknya murid ”didalam” kelas juga bisa liat orang lalu lalang🙂

Bersyukur lah beberapa bulan lalu sekolah ini dihadiahi bangunan kayu 2 lantai tertutup sebagian, sumbangan dari beberapa orang alumni SMAN 14 Jakarta.

Bukan cuma tempat belajar, disini juga dibuka klinik kesehatan gratis untuk murid dan penduduk sekitar sebagai hasil kerjasama sekolah dengan 4 dokter muda yang praktek secara bergantian.Di lantai atas klinik yang mungil itu ada ruang musik dan disitu disimpan peralatan band. Wuiihh.. keren juga kan? Punya group band gitu lohh..😉.

Suka bubar tapi tetap punya prestasi

Karena kebanyakan murid adalah orang terminal, maka ga usah heran kalau saat hujan turun banyak murid mendadak bubaran. Bukan karena sekolah bocor atau tampias, hujan identik dengan sumber penghasilan. Mereka bubar karena sibuk ngojek payung dan jadi pencuci mobil🙂

Tapi jangan menganggap remeh dulu., biar gratis dan suka ada yang bubar, mereka juga punya beberapa prestasi lho. Mereka memang tidak ketinggalan cerita dan berita. Buktinya sejumlah lomba pernah mereka ikuti. Kata pak Nurrochim, sang empunya sekolah, mau apa aja ada kok? group band ada, bahkan kalau perlu pengajian mereka juga siap datang.

Berawal dari mesjid

Berawal dari mesjid

Lalu siapakah guru-guru mereka? Gurunya ya ganti-ganti terus, sebab namanya juga sekolah gratis, guru juga ya di gratisin🙂. Artinya, guru-guru disini adalah pengajar sukarela, umumnyamahasiswa UI dari berbagai fakultas yang kebetulan berkampus di Depok juga. Siapa mengira kalau sekarang jumlah kelas disitu semakin bertambah setiap tahunnya, muridnya saja sudah mencapai sekitar 2000an.. alamaakk.. sekolah mana sih yang jumlahnya mencapai nilai sekian itu? mulai dari kelas 1 SD sampai 3 SMA, bahkan sudah ada lulusannya yang sedang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Tapi, namanya juga sekolah gratis nilai 2000 itu tentu bisa jadi sangat fleksible, karena murid bisa masuk dan keluar kapan saja, apalagi banyak murid yang merangkap sebagai pencari nafkah. Yaa gitu dehh.. 🙂

Inilah tempat menarik lainnya, setelah Lapas Anak Tangerang (lihat postingan : Lapas yang Aneh). Ke tempat ini lah Daya Insani, konsultan psikologi yang mengajak aku, menggiring 40 orang siswa calon penerima beasiswa Sampoerna Foundation (kelompok SF). Mereka juga siswa-siswi lulusan SMA yang tak mampu, berprestasi, dan memilih bidang pendidikan sebagai karirnya di masa depan. Seperti biasa, tugasku adalah mengamati mereka di berbagai kegiatan, dan disekolah inilah Daya Insani akan menguji ”nyali” kelompok SF tersebut. (lihat postingan: ”Uji nyali” Mengajar di Sekolah Master)

Nis, thanks yaa untuk foto2nya.. (lagi) :)

NN

6 thoughts on “Sekolah Master Gratis (1)

  1. Yellow

    Wah seru sekali😀 semoga lulusan dari sana tetap ingat sama almamaternya dan bisa kasih nambah “gedung2” lebih banyak lagi he he.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s