“Dont do this at Home” ;)

Kadang kita harus berani ‘gila-gila’an supaya hidup tidak membosankan. Itu kata film yang aku tonton semalam, dan aku setuju itu.. Sangat. Dulu aku suka juga sedikit ‘gila-gilaan’, engga berani banyak, takut jadi gila beneran. Bagiku ‘gila-gilaan’ berarti berbuat iseng, lucu-lucuan, menimbulkan rasa senang, dan.. sedikit melanggar aturan atau kebiasaan-kebiasaan umum😉. Dengan begitu rasanya hidup jadi lebih hidup, begitu kata sebuah iklan.

)

Saat yang di nanti-nantikan.. Mimbar Bebas🙂

Maka terjadilah keisengan itu di era kejayaan mantan presiden Soeharto. Saat itu aku dan teman-teman SMA sedang semangat ’45 membuat dan memasang poster-poster anti Soeharto di sekolah (secara diam-diam tentu saja). Sebuah motor masuk halaman dan berhenti sangat dekat denganku. Sang pengendara turun dan tiba-tiba tanganku di cengkramnya seraya mengacungkan pistol ke hadapanku dan membentak: “Mana yang lain !!!”. Waahh.. pistol beneran nih? seumur-umur baru kali ini aku melihat yang namanya pistol dan ditodongkan padaku pula, jelaslah tubuhku langsung gemetaran tanpa bisa diajak kompromi. Aku pun diam saja dan pasrah. Beberapa orang tentara menyusul kemudian.

)

gara-gara mimbar bebas, ga usah belajar🙂

Aku memang tidak sendirian, ada beberapa teman lain yang tersebar di seluruh pelosok gedung sekolahku yang luas itu. Rupanya mereka sempat mengintip, dan para tentara itu menyeruak masuk ke area dalam sekolah. Tidak lama kemudian teman-temanku bermunculan satu demi satu.

Siangnya sekolahku pun heboh. Ada 11 orang siswanya diangkut tentara di pagi-pagi buta, 9 orang siswa pria dan 2 orang perempuan; aku dan sahabatku.

Kalau tak salah waktu itu aku dan teman-teman dibawa ke Kantor Kodim, lalu ditampung di satu ruangan. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya kita dipanggil satu persatu dan terpisah-pisah untuk diinterogasi. Mereka mengira ada dalang seorang mahasiswa dibalik aksi poster anti Soeharto yang sering kita lakukan saat itu. Waktu itu th 1979 , memang marak demo mahasiswa dan aksi poster di sejumlah SMA di Bandung dan beredar juga secara gelap ‘buku putih’, yang berisi antara lain info tentang makam keluarga Soeharto yang konon mewah (untuk ukuran saat itu).

Dak dik duk juga sih nunggu giliran di interogasi, apalagi menurut ‘kasak-kusuk’ terjadi tindak kekerasan

dijaga tentara. Keren..

Halaman depan sekolah dijaga tentara. Keren🙂

terhadap satu temanku (yang berbadan cukup tinggi dan besar) karena diduga pemimpin aksi poster ini. Padahal setahuku teman yang satu itu disekolah tergolong ‘gila’ banget dan hobi nyari-nyari bahan untuk cekikikan🙂. Tapi rupanya ini cuma gosip belaka, yang jelas saat itu di Kodim terjadi kehebohan lain, ternyata temanku ini adalah anak bekas Komandan Kodim… hehe.. Maklum, saat itu mana ada sih tentara/polisi yang berani (terang-terangan) bersikap anti Soeharto? maka demi mengetahui seorang anak bekas Dandim nekad menunjukkan sikap anti soeharto hebohlah mereka. Tapi karena itu juga akhirnya kita semua terselamatkan. Jam 6 sore, semua di serah terima kan ke ortunya masing-masing.. Lha? berjuang kok pulangnya di jemput ortu, malah diiringi oleh nasihat dari sang Komendan.. Rupanya kita dianggap masih “anak kemarin sore”, tapi nekad..🙂

Dalam perjalanan mendekati rumah, aku melihat pak RT mengepalkan tangan keatas seraya berteriak “Merdeka !!” hehe.. rupanya cerita ‘kepahlawananku” menyebar juga sampai di lingkungan RT. Serasa deh aku jadi pahlawan beneran, padahal saat itu yang aku kerjakan bersama teman-teman hanyalah membuat poster, poster daan poster… Lalu pagi-pagi buta mengendap ngendap masuk gedung sekolah, mulai menempel poster ke seluruh penjuru sekolah. Maka tak ayal, saat jam sekolah dimulai, heboh deh satu sekolahan.. Setelah beberapa hari terjadi aksi poster terus menerus maka akhirnya proses ajar mengajar pun ditiadakan. Semua murid, bahkan guru pun, malah berkeliling sekolah untuk membaca poster-poster itu. Mimbar bebas pun tak terhindarkan. Ahaa! nikmatnya hidup di dunia saat itu, sungguh tiada tara..🙂

Bagiku cerita ini memang termasuk ‘gila-gilaan’ di satu sisi, tetapi juga ada semangat ‘juang’ di sisi lain.

tentara dimana-mana euy..

Mengintip tentara lewat kaca samping sekolah

Gila-gilaan karena buat aku dan teman-teman saat kita berkumpul, beramai-ramai membuat poster, lalu diam-diam memasangnya disekolah, adalah saat yang sangat menyenangkan sekaligus meningkatkan adrenalin😉. Itu semua tidak terlepas dengan apa yang disebut sebagai dunia remaja dan dunia teman sebaya (peer group). Tiada hari tanpa berkelompok. Tiada hari tanpa petualangan. Tiada hari tanpa ‘ketawa-ketiwi’.

Pada saat yang sama semangat ‘juang’ kita pun begitu membaranya, ditambah sedikit rasa ‘sok tahu’ dan emosi yang mudah tersulut. Maka, meski tidak paham sepenuhnya dengan yang namanya dunia politik, tetapi semua cerita buruk tentang sepak terjang Soeharto selalu sampai ke telinga kita, bukan cuma telinga mahasiswa. Meski ditutup rapat, cerita itu tetap berhasil menyusup kemana-mana, menyebar sempurna dan akhirnya menyulut amarah kaum muda. ‘Buku putih’ pun menjadi semacam ‘trigger’ (pemicu) terjadinya aksi duduk dan pemasangan poster-poster di kampus dan di beberapa SMA (dulu cuma berani aksi duduk🙂 ). Tak terhindarkan tentarapun masuk kampus, bahkan di seberang sekolahku puluhan tentara setia mengawasi dibalik pagar rumah penduduk.

Maka jadilah semua itu sebuah petualangan yang seru dan mendebarkan. Sampai sekarang cerita ‘gila-gilaan’ itu jadi kenangan yang teramat manis buat aku dan teman-teman SMA. Setiap reuni cerita itu pasti dimunculkan kembali, dan selalu membuat kita tertawa dan menimbulkan sebuah rasa tertentu yang sulit diungkapkan.

Nana

4 thoughts on ““Dont do this at Home” ;)

  1. jep747

    Eehh…. rupanya bener, bakat bangorna geus ti baheula teh Ratna ieu….!!😛 jadi gak heran lah kalau sekarang masih ada sisa-2nya… hehehehe..

    Memang bener Teh, kalau inget kelakuan jaman baheula jadi senyum-2 sendiri, aku juga sering ikutan hura-2 waktu itu, dan aksi duduk didepan kampus adalah kenangan manis yang paling menyenangkan…!

    Bayangin coba, kalau siang dimana banyak orang yang ngelihat, tampang kita dibuat serius banget, sehingga kelihatannya kita tuh spt yang sedang menderita,lapar haus, wajah tanpa ekspresi, pokoknya bener-2 mengundang simpati deh dari semua yang lewat atau yang ngelihatnya, terutama cewe-2nya, baik yg SMA (termasuk teh Ratna barangkali waktu itu…P) ), maupun mhswi2… hehehe
    Tapi, bertolak belakang 180 derajat dengan saat udah larut malam dimana gak ada orang luar…. hehehe.. yang namanya ngabodor gak brenti-2nya deh saling sahut menyahut diantara kita para peserta aksi duduk…bener-2 riang gembira kaya lagi menikmati pesta, ada yang gapleh, main kartu, belum lagi yang namanya makanan kiriman dari simpatisan… wah berlimpah ruah..! hehehe

    Merdeka…! sekali merdeka, merdeka sekali…!! (sampai kebablasan..) 😛

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s