Semoga Inspirasi itu ada Disana

Menurut aku itu ide luar biasa. Sederhana tapi bisa jadi sangat bermakna. Mempertemukan Calon Penerima Beasiswa pendidikan S1 dengan Andik Lapas Anak (Anak didik lembaga pemasyarakatan). Lalu apa istimewanya?

Sepintas seolah mereka berasal dari 2 kelompok yang sangat berbeda. Yang satu memiliki prestasi sekolah istimewa dan sedang menjalani proses seleksi penerimaan beasiswa pendidikan S1 (sebut saja kelompok SF – Sampoerna Foundation) , sedangkan kelompok lainnya adalah remaja dengan reputasi buruk, yaitu pernah melakukan tindak kejahatan dan sedang menjalani masa hukuman. Padahal, kalau ditelaah lebih jauh sebetulnya dibalik ’judul’ yang berbeda ini, mereka punya kesamaan ciri yaitu sama-sama berusia remaja dan sama-sama berasal dari keluarga tak mampu.

Secara teoritis dikatakan “to be effective, anyone who would change attitudes must have “membership character” – he must be seen by the members of his audience as “one of us”. (Krech, in Individual in Society, p.232). Artinya kurang lebih : agar lebih efektif, siapapun yang ingin merubah sikap harus memiliki ciri keanggotaan – maksudnya ia harus terlihat sebagai ‘orang kita’.

Kalau benar begitu, maka jelaslah situasi dan kondisi ini akan sangat menunjang/kondusif untuk sebuah harapan akan adanya perubahan. Semoga cerita sukses dari para penerima beasiswa bisa menjadi inspirasi bagi para andik. Demikian sebaliknya, semoga pengalaman buruk para andik ataupun pengalaman lainnya bisa menjadi pelajaran yang berarti bagi kelompok SF.

Dan… menurut rencana pertemuan itu akan terjadi di LAPAS ANAK Tangerang.   Wouw..

ada kesamaan ciri

Jelas aku tak kuasa menolak tawaran pekerjaan ini. Menjadi “observer” dalam berbagai kegiatan menyeleksi penerima beasiswa Sampoerna Foundation. Apalagi suara dibalik telpon itu ternyata milik dosenku di jaman kuliah baheula, bang Nul (Zainul Biran) pemilik Konsultan Daya Insani. Dan yang paling membuat aku tertarik adalah ya kegiatan yang terahir itu lahh.. ’Jalan-jalan’ ke Lapas Anak Tangerang😉

Maka bagiku tidak ada bedanya mengikuti kegiatan para finalis Miss Indonesia dengan berkunjung ke Lapas Anak. Keduanya adalah pengalaman baru yang menimbulkan semangat dan antusiasme untuk mengetahui lebih banyak; ada apa sih di dalamnya?😉


CALON PENERIMA BEASISWA

Seluruhnya berjumlah 60 orang. Mereka adalah lulusan SMA dari berbagai daerah di Indonesia. Selama 3 hari mereka di undang ke Jakarta untuk mengikuti berbagai kegiatan dalam rangka seleksi penerima beasiswa dari Sampoerna Foundation. Berasal dari keluarga tak mampu tetapi punya potensi dan prestasi akademik yang luar biasa, serta semangat yang tinggi untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.

mereka pintar dan berprestasi

Sebut saja remaja pria yang bernama Fromesa. Berasal dari desa Tungkulreja Padas, Ngawi. Sejak SMP ia bersekolah dengan biaya dari beasiswa karena berprestasi. Prestasi yang pernah dicapainya selama di SMA antara lain adalah Juara II Olimpiade Biologi Nasional dan Juara 3 Champion of Human Biology Olympiad AMSA FK UGM.

Lalu Chandra, berasal dari Bali perumnas Monang Maning Denpasar. Prestasi yang berhasil dicapainya antara lain Juara I Hippocrates Medical Championship Tingkat se-Jawa bali, dan lombok, dan Juara I Olimpiade Sains Mata Pelajaran Kimia Tingkat Propinsi, Dinas Pendidikan Propinsi Bali.

Masih 58 anak lagi yang berasal dari berbagai daerah bahkan desa terpencil, memiliki prestasi akademik yang luar biasa, minimal sebagai peserta kompetisi yang mewakili daerah atau SMA nya. Namun minimnya penghasilan orangtua membuat mereka tidak sanggup lagi untuk menyekolahkan anak-anak itu ke jenjang yang lebih tinggi.
Jadi tidak perlu heran kalau diantara mereka ada yang pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pengasuh anak, atau membantu berjualan dan beberapa dari mereka adalah anak yatim.

ANDIK LAPAS (Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan)

Mereka adalah remaja berusia antara 9 s/d 18th, meskipun secara resmi tertulis 12 s/d 18th. Penyebab

bukan panjahat, cuma tersesat

masuk tahanan adalah sebagian besar terlibat penggunaan narkoba, lalu di urutan kedua adalah pencurian, lalu pelecehan seksual/ perkosaan dan pembunuhan dengan urutan yang kadang bergantian.

Tahanan termuda secara resmi tertulis berusia 12 tahun, tetapi menurut pengamatan bapak Haru, kepala Lapas, paling usianya baru 9 tahun. Alamaakk.. masih muda banget ya?”.
Ada 3 tahanan dengan usia termuda. Kasus ketiga anak itu adalah pencurian dan perkosaan disertai pembunuhan dengan cara dibakar. Waaahhh… Aku cuma bisa menarik nafas dalam demi mendengar ceritanya.

Sama dengan para calon penerima beasiswa itu, mereka juga berasal dari keluarga tak mampu. Bahkan cukup banyak andik yang tidak lagi dikunjungi oleh orangtua mereka karena alasan tidak punya uang untuk ongkos menjenguk, atau karena alasan lainnya.

DAN MEREKA PUN DIPERSATUKAN..

"Hengky Kurniawan" mulai menggoda

Di hari Sabtu tanggal 17 Juli 2008, ada 2 kegiatan utama yang telah dirancang Konsultan Psikologi Daya Insani sebagai penyelenggara (milik bang dosen tea🙂 ). Yang pertama adalah acara gabungan yaitu, selain berupa perkenalan-pembauran antara kedua kelompok, juga masing-masing kelompok harus menyumbang acara sebagai hiburan. Dan tugas kita adalah mengamati sejauh manakah para calon penerima beasiswa itu dapat dan mau melibatkan diri dengan para andik lapas yang mempunyai latar belakang sejarah yang agak berbeda dengan mereka.

Hiburan

Layaknya acara hiburan bak Indonesian Idol, acara ini juga diramaikan oleh 2 MC yang mewakili 2 kelompok itu. Jujur, awalnya aku rada-rada bingung dan ragu dengan MC dari Lapas. Maksudnya, bingung bertanya-tanya siapakah dia? kok bicaranya lancar banget, kata dan kalimat meluncur begitu saja dari mulutnya seolah tak perlu berpikir lama dan tak terlihat grogi sedikitpun. Sepertinya sudah terbiasa jadi MC. Eh, ternyata kata orang-orang dia juga andik🙂. Hebat, kapan ngemsi nya? kok bisa lancar begitu?

Lalu mereka juga menampilkan sosok “Hengky Kurniawan”.. hmm.. tapi, versi lawak..hehe.., begitu candaan

mereka. Juga ada ‘Ariel Peter Pan’, tapi versi lawak juga..🙂. Lah ternyata mereka bisa nge-bodor dan berhasil membuat

bulan depan mau rekaman

penonton tertawa. Belum lagi ditambah penampilan group bandnya yang katanya bulan depan mau mulai rekaman buat album kompilasi. Ah yang benerrr ??? Kata MC nya sih beneran, serius kok. Wah beneran hebat ya? diluar sangkaan.. Maka.. lupa lah aku pada tugas dan kewajiban mengobservasi.. Abis seru dan lucu🙂

Tak disangka, tersangka Lapas ini punya paket hiburan juga ya? ada band, pelawak, plus MC. Lapas yang aneh..😉

Giliran para penerima beasiswa. Mereka menyanyikan lagu daerah asalnya masing-masing. Ada yang duet, ada yang rombongan, bahkan ada group ‘sinden’. Sebelum Fadli, asal Aceh mulai bernyanyi, ia memanggil andik, yang ternyata berasal dari aceh juga, untuk bernyanyi bersama. Fadli sempat mengungkapkan rasa gembiranya begitu mengetahui bahwa andik teman bicaranya itu berasal dari daerah yang sama. Katanya, awalnya dia merasa agak kesepian karena tidak ada orang lain lagi yang berasal dari Aceh, sekarang rasa kesepian itu seakan sirna.

Persiapan hiburan anak SF memang sangat singkat dan, sebelumnya mereka pun tidak saling mengenal. Mereka baru bergabung di Jakarta selama proses seleksi ini. Maka suguhan hiburanpun ‘ala kadarnya’, tapi yang nyinden lucu dan kreatif juga🙂. Apapun dan bagaimanapun itu, suasana gembira tetap terasa. Apalagi diselingi dengan teriakan yel-yel mereka, ada semangat dan ada harapan didalamnya.

Sharing

berbagi cerita sukses berbagi cerita gagal

Kegiatan kedua adalah ‘sharing’. Mereka diminta berkelompok yang beranggotakan gabungan andik dan anak SF. Lalu dalam kelompoknya masing-masing mereka boleh berbagi cerita dan pengalaman masing-masing. Disinilah sebetulnya makna dari pertemuan itu diharapkan dapat dirasakan oleh kedua kelompok. Lewat cerita tentang pengalaman penuh prestasinya, lewat cerita tentang pengalaman buruknya, kedua kelompok dengan latar belakang sama ini diharapkan dapat lebih mudah terinspirasi.

Setelah menikmati berbagai hiburan, maka mereka menjadi lebih mudah berinteraksi dan berbaur satu sama lain. Sayangnya, aku dan teman-teman tidak dapat lagi mendengarkan cerita mereka karena aula terlalu terbuka dan suara-suara mereka menjadi riuh tapi tak jelas. Ya sudah.. pasrah.. yang bisa aku lakukan hanyalah melihat bahasa tubuh mereka. Mereka saling bercerita, saling menyimak dengan serius, saling bercanda, dan saling memberi semangat dan dukungan. Dan aku mengamatinya dengan rasa haru dan penuh harap. Semoga inspirasi itu terkumpul disini dan mereka semua dapat ‘mengambilnya’.

KESAN-KESAN

Apa kata mereka tentang andik sebelum meninggalkan Lapas, sebelum meninggalkan Jakarta, menuju ke rumah, daerah, dan desanya masing-masing. (klik hasil scan dibawah ini, lalu klik tanda zoom (+) maka tulisan akan terbaca jelas).

kesan dari Fadhli

kesan dari Fadhli

saran dari Fadhli

saran dari Fadhli

kesan dari Dewi

kesan dari Dewi

saran dari Dewi

saran dari Dewi

Dan para andik pun berulang kali mengucapkan banyak terima kasih karena telah diadakannya kegiatan ini. Mereka seperti diingatkan kembali pentingnya semangat dan motivasi belajar demi mencapai sebuah prestasi dan keberhasilan. Kata-kata andik yang sempat terekam diatas kertasku adalah : “kita sama-sama kekurangan materi tetapi bukan berarti harus kecil hati, kita juga ngga kalah pamor sudah banyak berprestasi”. Memang ada beberapa prestasi yang sudah berhasil mereka capai menurut pak Haru. Semoga semangat itu bisa tetap menyala sampai saatnya mereka bebas kembali.

shared joy is double joy, shared sorrow is half a sorrow...

Tomorrow i love you, tomorrow you’re only a day away…

Baca juga “Lapas yang Aneh”

(special thanks to Anis – Daya Insani atas kesediaannya berbagi foto dengan ku)

Nana

6 thoughts on “Semoga Inspirasi itu ada Disana

  1. anis

    Aku pun begitu kagum dengan ‘kehidupan’ di dalam sana..
    Anak-anaknya kreatif, punya keinginan untuk menjadi baik.
    Para petugasnya mendukung dan mengayomi.
    Kalapasnya sangat memperhatikan kesejahteraan anak dan petugas.

    Salut untuk semua di sana. Semoga kebaikan ini bisa terus menular ke lapas-lapas yang lain.

    Terima kasih ya mbak sudah membantu penyebaran kabar baik ini..🙂

    Reply
  2. jedy

    Wah Bu Nana ini jelas banget nerangin keadaan disana. Sampai2 saya yang orang awam (walau anak polisi) jadi “ngeh” ada Lapas sebaik itu…

    Btw, kalo ngomong2 soal penjara yang satu ini kok beneran deh kesannya lain banget. Pernah nih (jaman baheula) saya ke penjara di polsek daerah menteng gitu deh penjaranya lapang paling 1 – 2 orang “penjahat”. Lha, kalo Lapas ini kelebihan beban trus masih bisa bikin penghuni semua akur and kreatif itu yang hebat pasti Ka Lapas nya deh.. Gak gampang soalnya. Apalagi ngatur umur2 remaja gitu.. duuhhhh gak kebayang ratusan bo..

    Keep writing Bu !! Let me know kalo ada yang lain yah.. I love reading your articles..

    Rgds,
    Jedy Maghfira

    Reply
  3. Pingback: Lapas yang Aneh « Tomorrow!

  4. sadila

    sangat menyentuh.. na… coba di jajaki stasiun televisi ..boleh tuh kalau disiarin disitu.. bisa dilihat oleh lebih banyak orang.. mudah2an menjadi lebih bermanfaat…amien..

    Reply
  5. Dona

    Tiga tahun yang lalu, dan momen ini membuat saya rindu di masa itu. Terima kasih telah menulis tentang ini. Setidaknya ada kenangan yang bisa saya ingat kembali.

    Reply
    1. Ratna Isnasari Post author

      Hmm.. Dona, pasti salah 1 dari grup beasiswa waktu itu ya? sy lupa2 ingat nih. Ya, menurut saya ini adalah momen sederhana, langka tapi sangat bermakna. Sukses ya Dona, sambil tetap melihat dan peka terhadap lingkungan sekitar..

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s