“Seputar Indonesia” – Karantina Finalis Miss Indo 2008

PEMBEKALAN

Mengasah Miss (Manners, Impressive, Smart, Social) ?

Finalis dan ibu Meuthia Hatta

Finalis dan ibu Meuthia Hatta

Seyogyanya ke 33 finalis itu sudah memiliki, atau secara potensial memiliki keempat ciri diatas. Kalaupun di awal belum terlihat jelas, setelah melewati masa karantina diharapkan ciri-ciri tersebut mulai muncul ke permukaan dan yang tampil paling mengesankan sudah pasti dia lah yang pantas dimahkotai dan di nobatkan menjadi Miss Indonesia. Setuju?

Maka dibentuklah program khusus untuk karantina, tapi itu samasekali bukan urusanku. Seperti biasa aku selalu mencoba memahami apa yang terjadi🙂. Apa arti dan tujuan dari karantina ini, apalagi aku menaruh sedikit harapan didalamnya, yaitu berharap para gadis cantik yang terpilih ini memang memiliki kualitas ’lebih’ daripada remaja pada umumnya, baik secara potensial ataupun dalam tindak nyata dan karantina akan lebih mengasah mereka.

”Pembekalan” adalah kata yang sering disebut-sebut di masa ini. Maksudnya adalah proses pemberian sejumlah informasi, pengetahuan dan latihan-latihan lewat paparan, lewat kunjungan-kunjungan dan pengalaman langsung. Menurutku ini adalah kesempatan bagus dan langka.

rame-rame baca koran gratis

rame-rame baca koran gratis

Bayangkan, bertemu langsung, mendengarkan paparan dan tanya jawab dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan. Dr. Meuthia Farida Hatta Swasono rela mengorbankan waktu liburnya (saat itu tanggal merah) demi ’membekali’ gadis-gadis ini dengan berbagai info tentang usaha-usaha dan kebijakan-kebijakan kementrian untuk pemberdayaan perempuan Indonesia. Jelas aku sangat memperhatikannya. Bukankah dia tergolong seorang yang istimewa? Penampilan, bicara dan perilakunya halus dan lemah lembut. Tapi, dibalik itu semangatnya luar biasa perkasa..  Tercermin dari tingkat pendidikan, pengalaman dan karirnya.  Beliau adalah putri mantan wakil presiden dan proklamator Indonesia, Mohammad Hatta. Gelar doktor di bidang antropologi diraihnya dari Universitas Indonesia pada tahun 1991. Sejuta pengalaman dan karir melengkapi keistimewaannya.

Kepada para finalis ibu Meutia mengingatkan kembali dan sekaligus menekankan pentingnya mengetahui dan menyadari apa yang menjadi hak seorang perempuan. Ia juga mempromosikan misi dari kementerian dibawah kepemimpinannya ini untuk tahun 2008, yang menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap perempuan dan anak serta usaha untuk meningkatkan kualitas hidup dan derajat mereka.

Dihari yang berbeda, kembali seseorang yang istimewa, Dr. Erna Witoelaar, duta PBB untuk MDGs (Millenium

makan siang bersama ibu menteri

makan siang bersama ibu Meuthia

Developmental Goes) di Asia Pasifik dengan bersemangat menambahkan pengetahuan dan wawasan kepada para finalis tetang MDGs. Istilah yang baru aku dengar juga saat itu, maka aku  menyimak serius. Katanya ada 8 tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) yaitu :

  • Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
  • Memenuhi pendidikan dasar untuk semua
  • Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
  • Menurunkan angka kematian balita
  • Meningkatkan kualitas kesehatan ibu melahirkan
  • Memerangi HIV/Aids malaria dan penyakit menular lain
  • Melestarikan lingkungan hidup yang sehat
  • Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

Inilah tujuan-tujuan yang dicanangkan PBB untuk diperhatikan dan sekaligus menjadi arah/pedoman dari berbagai kebijakan dan kegiatan negara dan masyarakat Asia Pasifik. Ada sedikit ’misunderstood’ dari para finalis dimana MDGs dibayangkan sebagai sebuah organisasi yang melakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan 8 tujuan diatas. Padahal sebetulnya MDGs hanyalah serangkaian tujuan-tujuan yang ’diserahkan’ untuk dilaksanakan oleh negara dan rakyat masing-masing pelaksanaannya.
Bisa saja pemerintah bekerja sama dengan pemerintah negara lain, dan dengan masyarakatnya. Pemerintah yang cerdas akan mendorong partisipasi masyarakat dan pihak swasta. Begitulah kira-kira penjelasan Erna mengenai MDGs.

Kristina wakil Papua

Lalu tak kalah pentingnya adalah paparan dari Direktur Pemasarannya Dirjen pariwisata, Bpk.
Dr. Sapta
Nirwandar, SE, tentang dunia pariwisata Indonesia dan kesiapan pemerintah dalam pencanangan Indonesia untuk ’Visit Indonesia 2008’. Dari Departemen Luar Negeri dipaparkan tentang puluhan ribu pulau yang merupakan ’kekayaan’ negara yang tersebar diseluruh wilayah tanah air bahkan banyak yang nama-namanya baru aku dengar saat itu. Saat itu disebutkan jumlah tertentu yang tidak aku ingat, tapi Analisis data satelit Landsat oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menunjukkan Indonesia memiliki 18.108 pulau. Alamaakk.. banyak kali ya?

Lalu hal yang aku ingat adalah bapak yang mewakili deplu (mohon maaf, nama dan jabatannya aku tidak ingat samasekali) menceritakan bagaimana para diplomat kita melakukan ’kasak kusuk’ dengan menyelinap ke daerah-daerah pelosok dan tak dikenal itu untuk mencari informasi tentang kemungkinan adanya kegiatan pihak asing di sebuah tempat atau pulau terpencil, atau bagaimana para diplomat kita lewat pembicaraan-pembicaraan nonformal dan tata cara yang halus mendukung usaha-usaha pemerintah untuk memecahkan atau menyelesaikan berbagai masalah/konflik dengan negara-negara asing.

Hmm… pembekalan yang berbobot bukan? Jelas sisi “Smart” sedang diasah secara besar-besaran dan habis-habisan disini🙂, dan ini belum semua lho.

(lihat juga: Angan-angan dan Karantina, category: Finalis Miss Indonesia 2008)

NN

One thought on ““Seputar Indonesia” – Karantina Finalis Miss Indo 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s